Sentimen Global dan Perang Yaman Warnai Laju Positif IHSG Hari Ini
By Admin

Ilustrasi Pasar Saham
nusakini.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan tren positif pada awal transaksi hari Senin (12/10/2026). "Indeks pasar modal kita dibuka menguat di level 6.109,32 dengan kenaikan sebesar 0,26 persen," catat laporan bursa pagi ini.
Tren pergerakan naik ini terus bertahan dan menyentuh level 6.125,98 pada pukul 09.00 WIB. "Volume perdagangan sementara telah menyentuh angka 8,12 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp172,45 miliar," sebut sistem pemantauan bursa domestik.
Pergerakan bursa kawasan Asia menunjukkan hasil yang cukup bervariasi pada awal perdagangan Senin (12/10/2026). "Indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 1,34 persen, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,61 persen saat pasar Jepang sedang libur," lapor ringkasan bursa regional.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rencana pidato Chairman The Fed, Kevin Warsh, dalam pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Bangkok. "Hari Rabu pekan ini akan sangat krusial karena adanya agenda rilis data inflasi Amerika Serikat dan China," ungkap analisis pasar keuangan internasional.
Tekanan ekonomi global bertambah menyusul terjadinya insiden serangan mematikan di bandara internasional Riyadh, Arab Saudi. "Saya mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam memerangi kelompok Houthi di Yaman," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir pekan.
Situasi geopolitik ini mendorong lonjakan harga minyak mentah Brent yang kini diperdagangkan melebihi level US$104 per barel. "Kenaikan harga energi dan tingginya biaya pinjaman berpotensi menekan margin keuntungan berbagai perusahaan besar," jelas laporan analisis ekonomi tersebut.
Namun demikian, optimisme investor masih ditopang oleh ekspektasi positif terhadap rilis laporan keuangan kuartal ketiga tahun 2026. "Secara keseluruhan, kinerja perusahaan diperkirakan masih solid dengan S&P 500 diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba 29,6 persen," ujar perwakilan FactSet, John Butters.
Pertumbuhan laba tersebut diyakini didorong oleh masifnya pembangunan infrastruktur pusat data untuk teknologi kecerdasan buatan. "Kinerja ini akan menjadi kali keempat secara beruntun indeks S&P 500 mencatatkan pertumbuhan di atas 25 persen," tegas pengamat dari FactSet tersebut.
Di sisi domestik, pasar terus menanti dampak dari isu politik menjelang peringatan dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran. "Hawa politik dikhawatirkan mulai memanas meski sentimen dari dalam negeri secara umum relatif sepi," sebut analisis sentimen pasar lokal.
Ke depannya, para pelaku pasar dinilai akan lebih memperhatikan proyeksi bisnis korporasi daripada sekadar angka keuntungan yang dilaporkan. "Ketidakpastian masih membayangi kemampuan konsumen dalam menghadapi rentetan kenaikan biaya bahan bakar harian," tambah prospek pasar itu memungkasi laporannya. (*)